ALAT TANGKAP BUBU PDF

Mini Trawl Trawl didefinisikan sebagai jaring yang berbentuk kantong yang ditarik satu atau dua buah kapal bermotor dan menggunakan alat pembuka mulut jaring yang disebut gawang beam atau sepasang alat pembuka otter board atau karena ditarik oleh dua buah kapal motor. Disini jaring bergerak bersama kapal motor untuk jangka waktu tertentu. Jenis-jenis Trawl 2. Payang Payang termasuk grup pukat kantong yaitu jaring yang memiliki kantong dan dua buah sayap. Metode penangkapan ikan dilakukan dengan cara menarik pukat kantong tersebut ke 1 arah kapal yang berhenti atau ke arah daratan melalui kedua sayapnya. Dilihat dari alat konstruksi alat, alat ini sama dengan trawl, tetapi mempunyai sayap lebih panjang dan berbeda dalam operasi penangkapan, dimana trawl bergerak bersama- sama kapal, sedangkan pukat kantong hanya jaring yang bergerak.

Author:Gardakinos Yozshut
Country:Spain
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):18 October 2018
Pages:461
PDF File Size:2.49 Mb
ePub File Size:8.56 Mb
ISBN:310-4-94184-687-2
Downloads:73098
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fezshura



Alat Tangkap Bubu A. Gambar Alat tangkap Bubu Bahan dasar untuk membuat bubu belakangan ini bermacam — macam mulai dari bubu berbahan dasar rotan, kawat, besi, jaring, kayu, dan pelastik.

Bahan dasar tersebut dianyam dan dirangkai sedemikian rupa sehingga memiliki bentuk tabung mirip bola rugby , balok, ataupun bentuk yang lainnya dengan satu lubang, dua lubang, atau lebih, yang berfungsi sebagai tempat masuknya ikan, dan lubang pintu yang digunakan untuk mengambil ikan yang ada di dalamnya.

Prinsip kerja dari bubu adalah dengan cara menjebak pengelihatan ikan sehingga ikan akan tertangkap di dalamnya. Menurut Rumajar, Bubu adalah perangkap yang mempunyai satu atau dua pintu masuk dan dapat diangkat ke beberapa daerah penangkapan dengan mudah, dengan atau tanpa perahu. Sedangkan menurut Martasuganda, teknologi penangkapan menggunakan bubu ini banyak dilakukan di negara — negara menengah maupun negara — negara maju.

Untuk sekala kecil dan menengah alat tangkap bubu banyak digunakan di perairan pantai, biasanya negara — negara yang perikanannya belum maju yang melakukan hal ini, bubu sekala kecil digunakan untuk menangkap ikan, kepiting, udang, maupun kerang — kerangan di dasar perairan yang dangkal.

Sedangkan untuk negara yang perikanannya sudah maju bubu digunakan di lepas pantai yang ditujukan untuk menangkap ikan — ikan dasar, kepiting, dan udang dengan kedalaman sekitar 20 m sampai m.

Subani dan Barus , menyatakan bahwa Bentuk dari bubu bermacam-macam yaitu bubu berbentuk lipat, sangkar cages , silinder cylindrical , gendang, segitiga memanjakan kubus , atau segi banyak, bulat setengah lingkaran dan lain-lainnya. Bubu terbagi kedalam tiga bagian besar, yaitu bagian badan body , mulut funnel , dan pintu. Bagian badan pada bubu berupa rongga — rongga dimana ikan biasanya terperangkap. Bagian mulut pada bubu biasanya berbentuk corong, adalah sebuah lubang yang bersifat satu arah apabila ikan masuk, maka ikan tidak dapat keluar lagi.

Sedangkan bagian pintu pada bubu merupakan tempat dimana hasil tangkapan diambil. Perangkap menyerupai sisir brush trap b. Perangkap bentuk pipa eel tubes c. Perangkap cumi-cumi berbentuk pots octoaupuspots Berdasarkan sifatnya sebagai penghalang a.

Perangkap dengan pagar-pagar fences c. Perangkap dengan jeruji grating d. Ruangan yang dapat terlihat ketika ikan masuk watched chambers Berdasarkan sifatnya sebagai penutup mekanis bila tersentuh a. Perangkap kotak box trap b. Perangkap dengan lengkungan batang bend rod trap c.

Perangkap bertegangan torsion trap Berdasarkan dari bahan pembuatnya a. Perangkap dari bahan alam genuine tubular traps b. Perangkap dari alam smooth tubular c. Perangkap kerangka berduri throrrea line trap Berdasarkan ukuran, tiga dimensi dan dilengkapi dengan penghalang a. Perangkap bentuk jambangan bunga pots b. Perangkap bentuk kerucut conice c. Perangkap berangka besi B. Bubu dipasang di daerah perairan karang atau diantara karang — karang atau bebatuan.

Bubu dilengkapi dengan pelampung yang dihubungkan dengan tali panjang. Setelah bubu diletakkan di daerah operasi, bubu ditinggalkan, untuk kemudian diambil 2 — 3 hari setelah dipasang, kadang hingga beberapa hari. Bubu Apung Floating Fish Pots Bubu apung dilengkapi pelampung dari bambu atau rakit bambu, dilabuh melalui tali panjang dan dihubungkan dengan jangkar.

Panjang tali disesuaikan dengan kedalaman air, umumnya 1,5 kali dari kedalaman air. Cara Pengoprasian Penangkapan Adapun cara pengoprasian bubu sebagai berikut : Pada sekeliling bubu diikatkan rumput laut. Bubu disusun dalam 3 kelompok yang saling berhubungan melalui tali penonda drifting line.

Penyusunan kelompok contohnya ada 20 buah bubu : 10 buah diikatkan pada ujung tali penonda terakhir, kelompok berikutnya terdiri dari 8 buah dan selanjutnya 4 buah lalu disambung dengan tali penonda yang langsung diikat dengan perahu penangkap dan diulur kira — kira antara 60 — m.

Waktu pengoprasian bubu adalah 3 hari 2 malam. Menurut para nelayan bubu, operasi penangkapan ikan dengan menggunakan bubu idealnya dilakukan selama 3 hari 2 malam atau maksimal 4 hari 3 malam. Apabila terlalu lama dioprasikan lebih dari 4 hari , maka kelungkinan ikan yang tertangkap akan mengalami kematian atau luka — luka. Dalam operasi penangkapan, bubu dasar biasanya dilakukan di perairan karang atau diantara karang-karang atau bebatuan.

Bubu Apung Floating Fish Pots. Dalam operasi penangkapan, bubu apung dihubungkan dengan tali yang disesuaikan dengan kedalaman tali, yang biasanya dipasang pada kedalaman 1,5 kali dari kedalaman air.

Bubu Hanyut Drifting Fish Pots. Dalam operasi penangkapan, bubu hanyut ini sesuai dengan namanya yaitu dengan menghanyutkan ke dalam air. Hasil tangkapan dengan bubu dasar umumnya terdiri dari jenis-jenis ikan, udang kualitas baik, seperti Kwe Caranx spp , Baronang Siganus spp , Kerapu Epinephelus spp , Kakap Lutjanus spp , kakatua Scarus spp , Ekor kuning Caeslo spp , Ikan Kaji Diagramma spp , Lencam Lethrinus spp , udang penaeld, udang barong, kepiting, rajungan, dll. Hasil tangkapan bubu apung adalah jenis-jenis ikan pelagik, seperti tembang, japuh, julung-julung, torani, kembung, selar, dll.

Hasil tangkapan bubu hanyut adalah ikan torani, ikan terbang flying fish. Alat Bantu Penangkapan Dalam operasi penangkapan, terdapat alat bantu penangkapan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak. Alat bantu penangkapan tersebut antara lain : Umpan: Umpan diletakkan di dalam bubu yang akan dioperasikan. Umpan yang dibuat disesuaikan dengan jenis ikan ataupun udang yg menjadi tujuan penangkapan.

Rumpon: Pemasangan rumpon berguna dalam pengumpulan ikan. Pelampung: Penggunaan pelampung membantu dalam pemasangan bubu, dengan tujuan agar memudahkan mengetahui tempat-tempat dimana bubu dipasang. Perahu: Perahu digunakan sebagai alat transportasi dari darat ke laut daerah tempat pemasangan bubu. Katrol: Membantu dalam pengangkatan bubu. Biasanya penggunaan katrol pada pengoperasian bubu jermal. Contoh-contoh Bubu Ada beberapa macam bubu, setiap jenis bubu berbeda-beda tujuan hasil penangkapannya, pengoprasiannya namun fungsinya tetap sama sebagai perangkap.

Anatara lain contoh bubu, sebagai berikut : 1. Bubu Keong Macan Bubu keong macan adalah alat tangkap yang dikhususkan untuk menangkap keong macan, terbuat dari bambu yang dianyam sedemikian rupa menyerupai persegi atau kotak dan dioperasikan di dasar perairan. Bubu keong macan diklasifikasikan ke dalam kelompok perangkap dan penghadang Martasuganda Konstruksi Alat Penangkapan Satu unit bubu keong macan terdiri dari bubu, tali utama, tali cabang, pelampung tanda dan lampu tanda Esman BubuBagian-bagian bubu keong macan terdiri atas badan bubu, mulut bubu, pemberat dan tempat untuk meletakkan umpan.

Mulut bubu berbentuk bulat dengan diameter 10 cm yang berfungsi sebagai tempat masuknya keong macan ke dalam bubu. Pemberat bubu terbuat dari campuran semen dan pasir yang dipasang pada keempat sudut di sisi bawah bubu yang berfungsi agar posisi bubu tetap tegak ketika ada di dasar perairan. Tempat untuk meletakkan umpan terbuat dari kawat yang dipasang melintang pada diameter mulut bubu sepanjang 15 cm Esman Tali utamaBerfungsi untuk merangkai bubu yang satu ke bubu yang lain.

Tali utama terbuat dari bahan PE berdiameter 6 mm dengan jarak antara tali cabang m. Panjang tali utama berkisar m Esman Tali cabangSebagai tempat dipasangnya bubu keong macan, terbuat dari PE dengan diameter 3 mm, panjang tali cabang masing-masing 1 sampai 1,5 m untuk setiap bubu Esman Pelampung tandaBerfungsi untuk menandakan tempat bubu keong macan dipasang.

Pelampung tanda berjumlah satu buah, terbuat dari tiang bambu atau kayu dengan panjang 1 m dan dilengkapi dengan bendera. Bagian bawah pelampung tanda diberi pemberat agar pelampung tanda tetap berdiri tegak dan styrofoam agar pelampung tanda tetap mengapung di atas air.

Pelampung tanda dihubungkan ke tali utama sepanjang 3 m Esman Lampu tandaMerupakan pelampung dari kayu berukuran alas 65 x 65 cm dan dipasang tiang setinggi 50 cm. Tiang tersebut sebagai tempat dipasangnya lampu 1 buah yang terbuat dari botol minuman bekas yang diberi sumbu dan minyak tanah serta dilengkapi tali dengan bahan PE berdiameter 6 mm sepanjang 3 m untuk disambung ke tali utama.

Lampu tanda berfungsi sebagai alat bantu penerangan untuk memudahkan nelayan dalam menentukan kedudukan bubu keong macan di dalam air Esman Kelengkapan dalam Unit Penangkapan Ikan Kapal. Perahu yang digunakan pada pengoperasian bubu keong macan adalah perahu yang menggunakan mesin dalam inboard engine berkekuatan 12, 16 dan 20 PK dengan bahan bakar solar.

Perahu yang digunakan terbuat dari bahan kayu dengan ukuran berkisar 0,,48 GT dengan panjang L antara m, lebar B 1, m dan dalam D 0,,8 m dengan mesin perahu terletak di bagian tengah kapal Esman NelayanJumlah nelayan yang mengoperasikan bubu keong macan adalah orang, yang masing-masing nelayan bertugas sebagai juru kemudi dan menentukan daerah penangkapan keong macan, menurunkan bubu, mengangkat bubu dan memasang umpan Esman Alat Bantu Alat bantu pada pengoperasian bubu keong macan adalah gardan yang biasa dibuat dari bambu, kayu atau besi yang berfungsi untuk membantu proses setting dan hauling bubu keong macan Martasuganda UmpanUmpan yang digunakan biasanya ikan pepetek.

Ikan tersebut dipotong terlebih dahulu dengan ukuran 5 cm kemudian diletakkan pada tempat umpan yang terbuat dari kawat. Selain itu, bisa juga digunakan ikan rucah berupa ikan-ikan kecil Martasuganda Metode Pengoperasian Alat Adapun tahapan dalam pengoperasian bubu keong macan ada lima tahap, yaitu sebagai berikut Esman Tahap persiapanPersiapan merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum berangkat menuju daerah penangkapan berupa pemeriksaan perahu, alat tangkap, mesin, bahan bakar, umpan dan bahan perbekalan.

Tahap pencarian daerah penangkapan keong macanPenentuan fishing ground dilakukan berdasarkan pengalaman operasi penangkapan sebelumnya dan informasi dari nelayan bubu keong macan lainnya. Penurunan bubu setting Penurunan unit penangkapan bubu keong macan dimulai dengan penurunan lampu tanda, bubu dan terakhir yaitu penurunan pelampung tanda. Perendaman bubu soaking Lama perendaman bubu keong macan adalah jam. Pengangkatan bubu hauling Pengangkatan bubu dimulai dengan pengangkatan jangkar ke atas kapal disusul dengan pelampung tanda, kemudian bubu dan lampu tanda.

Setelah hauling selesai, dilakukan persiapan untuk setting berikutnya. Hauling maupun setting dilakukan dari bagian kiri haluan kapan. Daerah Pengoperasian Daerah pengoperasian bubu keong macan biasanya di perairan pantai yang dasarnya berlumpur, berlumpur bercampur pasir atau perairan yang banyak dihuni oleh keong macan dengan kedalaman antara meter, tergantung keberadaan keong macan di daerah penangkapan Martasuganda Hasil Tangkapan Hasil tangkapan bubu keong macan adalah keong macan Babylonia spirata dan beberapa jenis keong lainnya Martasuganda Bubu Sungai Bubu sungai adalah alat penangkap ikan dengan mulut berbentuk lingkaran dan pintu berbentuk lingkaran, terbuat dari bambu yang dianyam sedemikian rupa menyerupai kurungan berbentuk silindris atau agak lonjong dan dioperasikan di sungai.

Bubu sungai diklasifikasikan ke dalam kelompok perangkap dan penghadang von Brandt Konstruksi Alat Penangkap Ikan Menurut Subani dan Barus , bagian-bagian bubu sungai yaitu sebagai berikut : Badan body Seperti rongga berbentuk silinder yang terbuat dari anyaman bambu, berfungsi sebagai tempat target tangkapan terkurung.

Mulut berbentuk lingkaranMerupakan lubang tempat masuknya ikan ke dalam bubu sungai Pintu berbentuk kerucutMerupakan tempat mengambil hasil tangkapan. Kelengkapan dalam Unit Penangkapan Ikan KapalPerahu digunakan sebagai alat transportasi nelayan Subani dan Barus NelayanJumlah nelayan yaitu dua orang yang bertugas untuk mengemudikan perahu dan mengoperasikan bubu sungai Subani dan Barus Metode Pengoperasian Alat Adapun tahapan dalam pengoperasian bubu sungai ada tiga tahap, yaitu sebagai berikut Winugroho Bubu sungai diturunkan dan dioperasikan secara menetap di sungai setting.

Kemudian bubu sungai direndam selama jam. Setelah itu, bubu sungai diangkat hauling.

2414NB MAKITA PDF

Bubu, Alat Tangkap Ikan Tradisional Asli Indonesia

Alat Tangkap Bubu A. Gambar Alat tangkap Bubu Bahan dasar untuk membuat bubu belakangan ini bermacam — macam mulai dari bubu berbahan dasar rotan, kawat, besi, jaring, kayu, dan pelastik. Bahan dasar tersebut dianyam dan dirangkai sedemikian rupa sehingga memiliki bentuk tabung mirip bola rugby , balok, ataupun bentuk yang lainnya dengan satu lubang, dua lubang, atau lebih, yang berfungsi sebagai tempat masuknya ikan, dan lubang pintu yang digunakan untuk mengambil ikan yang ada di dalamnya. Prinsip kerja dari bubu adalah dengan cara menjebak pengelihatan ikan sehingga ikan akan tertangkap di dalamnya. Menurut Rumajar, Bubu adalah perangkap yang mempunyai satu atau dua pintu masuk dan dapat diangkat ke beberapa daerah penangkapan dengan mudah, dengan atau tanpa perahu. Sedangkan menurut Martasuganda, teknologi penangkapan menggunakan bubu ini banyak dilakukan di negara — negara menengah maupun negara — negara maju.

AURAL EXCITER 204 PDF

Definisi, Pengoperasian, Konstruksi, Hasil Tangkapan Alat Tangkap Bubu

Makalah ini ditulis dengan tujuan untuk memenuhi tugas kuliah Dasar-dasar Penangkapan Ikan. Selain itu juga untuk memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia tentang jenis alat tangkap ikan di sungai. Penulis menyadari bahwa penulisan tugas makalah ini berjalan atas dukungan dari segala pihak. Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi positif dan bermakna bagi pembaca serta mendaptkan nilai maksimal sesuai kriteria.

Related Articles