ASKEP SNAKE BITE PDF

Neorosensori Gejala: Sakit kepala, pusing, pingsan. Pernapasan Tanda: Takipnea dengan penurunan kedalaman pernapasan. Gejala: Suhu umunya meningkat 37,95oC atau lebih tetapi mungkin normal, kadang subnormal dibawah 36,63oC , menggigil. Seksualitas Gejala: Pruritus perianal, baru saja menjalani kelahiran. Integumen Diagnosa Keperawatan - Gangguan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan reaksi endotoksin. Keadaan ketika individu mengalami dan melaporkan adanya sensasi tidak nyaman yang parah, yang berlangsung satu detik sampai kurang dari 6 bulan.

Author:Mooguhn Tanos
Country:Cameroon
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):10 September 2009
Pages:470
PDF File Size:6.7 Mb
ePub File Size:20.19 Mb
ISBN:666-7-37981-452-7
Downloads:27740
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Todal



Racun binatang adalah merupakan campuran dari berbagai macam zat yang berbeda yang dapat menimbulkan beberapa reaksi toksik yang berbeda pada manusia.

Sebagian kecil racun bersifat spesifik terhadap suatu organ, beberapa mempunyai efek pada hampir setiap organ. Kadang-kadang pasien dapat membebaskan beberapa zat farmakologis yang dapat meningkatkan keparahan racun yang bersangkutan.

Bisa dari ular berbisa mengandung hialuronidase, yang menyebabkan bisa dapat menyebar dengan cepat melalui jaringan limfatik superfisisal. Toksin lain yang terkandung dalam bisa ular, antara lain neurotoksin, toksin hemoragik dan trombogenik, toksin hemolitik, sitotoksin, dan antikoagulan. Ular berbisa dibandingkan ular tak berbisa pit viper dinamakan demikian karena memiliki ciri lekukan yang sensitif terhadap panas terletak antara mata dan lubang hidung pada tiap sisi kepala.

Pit viper juga memiliki pupil berbentuik elips, berlainan dengan pupil bulatyang memiliki ular jenis tak bebahaya. Sebaliknya, ular karang memiliki pupil bulat dan sedikit lekukan pada muka. Pit viper memiliki gigi taring panjang dan sederet gigi subkaudal. Ular tak berbisa banyak memiliki gigi dibanding dengan taring dan mempunyai dua deret gigi subkaudal.

Untuk membedakan ular karang berbisa dengan ular lain yang mirip warnanya, harus diingat bahwa ular karang memiliki hidung berwarna hitam dan memiliki juga guratan cincin warna merah yang berdampingan dengan warna kuning. Prinsip Pertolongan Pertama pada korban gigitan ular adalah, meringankan sakit, menenangkan pasien dan berusaha agar bisa ular tidak terlalu cepat menyebar ke seluruh tubuh sebelum dibawa ke rumah sakit.

Pada beberapa tahun yang lalu penggunaan torniket dianjurkan. Seiring berkembangannya ilmu pengetahuan kini dikembangkan metode penanganan yang lebih baik yakni metode pembalut dengan penyangga.

Idealnya digunakan pembalut dari kain tebal, akan tetapi jika tidak ada dapat juga digunakan sobekan pakaian atau baju yang disobek menyerupai pembalut. Metode ini dikembangkan setelah dipahami bahwa bisa menyebar melalui pembuluh limfa dari korban. Diharapkan dengan membalut bagian yang tergigit maka produksi getah bening dapat berkurang sehingga menghambat penyebaran bisa sebelum korban mendapat ditangani secara lebih baik di rumah sakit 1.

Apakah definisi gigitan ular? Bagaimana etiologi gigitan ular? Bagaimana patofisiologi gigitan ular? Apa manifestasi klinis gigitan ular? Bagaimana penatalaksanaan gigitan ular? Bagaimana Web Of Cause gigitan ular? Bagimana asuhan keperawatan gigitan ular? Tujuan Umum Memahami dan memberikan asuhan keperwatan pada klien dengan gigtan ular 2. Tujuan Khusus a. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang definisi gigtan ular b.

Mahasiswa dapat menjelaskan tentang etiologi gigtan ular c. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang patofisiologi gigtan ular d. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang manifestasi Klinis gigtan ular e. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang penatalaksanaan gigtan ular f. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang Web of Cause gigtan ular g. Racun ular adalah racun hewani yang terdapat pada ular berbisa. Kadang- kadang pasien dapat membebaskan beberapa zat farmakologis yang dapat meningkatkan keparahan racun yang bersangkutan.

Komposisi racun tergantung dari bagaimana binatang menggunakan toksinnya. Racun mulut bersifat ofensif yang bertujuan melumpuhkan mangsanya, sering kali mengandung faktor letal.

Racun ekor bersifat defensive dan bertujuan mengusir predator, racun bersifat kurang toksik dan merusak lebih sedikit jaringan Bisa adalah suatu zat atau substansi yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsa dan sekaligus juga berperan pada sistem pertahanan diri.

Bisa tersebut merupakan ludah yang termodifikasi, yang dihasilkan oleh kelenjar khusus. Kelenjar yang mengeluarkan bisa merupakan suatu modifikasi kelenjar ludah parotid yang terletak di setiap bagian bawah sisi kepala di belakang mata.

Bisa ular tidak hanya terdiri atas satu substansi tunggal, tetapi merupakan campuran kompleks, terutama protein, yang memiliki aktivitas enzimatik. Bisa ular dapat menyebabkan perubahan lokal, seperti edema dan pendarahan. Banyak bisa yang menimbulkan perubahan lokal, tetapi tetap dilokasi pada anggota badan yang tergigit. Sedangkan beberapa bisa Elapidae tidak terdapat lagi dilokasi gigitan dalam waktu 8 jam. Daya toksik bisa ular yang telah diketahui ada beberapa macam : a.

Bisa ular yang bersifat racun terhadap darah hematoxic Bisa ular yang bersifat racun terhadap darah, yaitu bisa ular yang menyerang dan merusak menghancurkan sel-sel darah merah dengan jalan menghancurkan stroma lecethine dinding sel darah merah , sehingga sel darah menjadi hancur dan larut hemolysin dan keluar menembus pembuluh-pembuluh darah, mengakibatkan timbulnya perdarahan pada selaput tipis lender pada mulut, hidung, tenggorokan, dan lain-lain. Bisa ular yang bersifat saraf Neurotoxic Yaitu bisa ular yang merusak dan melumpuhkan jaringan-jaringan sel saraf sekitar luka gigitan yang menyebabkan jaringan-jaringan sel saraf tersebut mati dengan tanda- tanda kulit sekitar luka gigitan tampak kebiru-biruan dan hitam nekrotis.

Penyebaran dan peracunan selanjutnya mempengaruhi susunan saraf pusat dengan jalan melumpuhkan susunan saraf pusat, seperti saraf pernafasan dan jantung. Penyebaran bisa ular keseluruh tubuh, ialah melalui pembuluh limfe. Bisa ular yang bersifat Myotoksin Mengakibatkan rabdomiolisis yang sering berhubungan dengan maemotoksin. Myoglobulinuria yang menyebabkan kerusakan ginjal dan hiperkalemia akibat kerusakan sel-sel otot. Bisa ular yang bersifat kardiotoksin Merusak serat-serat otot jantung yang menimbulkan kerusakan otot jantung.

Bisa ular yang bersifat cytotoksin Dengan melepaskan histamin dan zat vasoaktifamin lainnya berakibat terganggunya kardiovaskuler. Bisa ular yang bersifat cytolitik Zat ini yang aktif menyebabkan peradangan dan nekrose di jaringan pada tempat gigitan. Enzim-enzim Termasuk hyaluronidase sebagai zat aktif pada penyebaran bias 2. Toksik tersebut menyebar melalui peredaran darah yang dapat mengganggu berbagai system. Seperti, sistem neurogist, sistem kardiovaskuler, sistem pernapasan.

Pada gangguan sistem neurologis, toksik tersebut dapat mengenai saraf yang berhubungan dengan sistem pernapasan yang dapat mengakibatkan oedem pada saluran pernapasan, sehingga menimbulkan kesulitan untuk bernapas.

Pada sistem kardiovaskuler, toksik mengganggu kerja pembuluh darah yang dapat mengakibatkan hipotensi. Sedangkan pada sistem pernapasan dapat mengakibatkan syok hipovolemik dan terjadi koagulopati hebat yang dapat mengakibatkan gagal napas. Derajat 0 - Tidak ada gejala sistemik setelah 12 jam - Pembengkakan minimal, diameter 1 cm b. Derajat I - Bekas gigitan 2 taring - Bengkak dengan diameter 1 — 5 cm - Tidak ada tanda-tanda sistemik sampai 12 jam c.

Derajat IV - Sangat cepat memburuk 2. Gejala lokal: edema, nyeri tekan pada luka gigitan, ekimosis kulit kegelapan karena darah yang terperangkap di jaringan bawah kulit. Sindrom kompartemen merupakan salah satu gejala khusus gigitan ular berbisa, yaitu terjadi oedem pembengkakan pada tungkai ditandai dengan 5P: pain nyeri , pallor muka pucat , paresthesia mati rasa , paralysis kelumpuhan otot , pulselesness denyutan.

Tanda dan gejala khusus pada gigitan family ular : a. Gigitan Elapidae Misal: ular kobra, ular weling, ular welang, ular sendok, ular anang, ular cabai, coral snakes, mambas, kraits , cirinya: 1 Semburan kobra pada mata dapat menimbulkan rasa sakit yang berdenyut, kaku pada kelopak mata, bengkak di sekitar mulut.

Gigitan Hydropiidae Misalnya, ular laut, cirinya: 1 Segera timbul sakit kepala, lidah terasa tebal, berkeringat, dan muntah. Gigitan Crotalidae Misalnya ular tanah, ular hijau, ular bandotan puspo, cirinya: 1 Gejala lokal ditemukan tanda gigitan taring, pembengkakan, ekimosis, nyeri di daerah gigitan, semua ini indikasi perlunya pemberian polivalen crotalidae antivenin. Tanda dan gejala lain gigitan ular berbisa dapat dibagi ke dalam beberapa kategori: a.

Efek lokal, digigit oleh beberapa ular viper atau beberapa kobra menimbulkan rasa sakit dan perlunakan di daerah gigitan. Luka dapat membengkak hebat dan dapat berdarah dan melepuh. Beberapa bisa ular kobra juga dapat mematikan jaringan sekitar sisi gigitan luka. Perdarahan, gigitan oleh famili viperidae atau beberapa elapid Australia dapat menyebabkan perdarahan organ internal, seperti otak atau organ-organ abdomen.

Korban dapat berdarah dari luka gigitan atau berdarah spontan dari mulut atau luka yang lama. Perdarahan yang tak terkontrol dapat menyebabkan syok atau bahkan kematian. Efek sistem saraf, bisa ular elapid dan ular laut dapat berefek langsung pada sistem saraf. Bisa ular kobra dan mamba dapat beraksi terutama secara cepat menghentikan otot-otot pernafasan, berakibat kematian sebelum mendapat perawatan.

Awalnya, korban dapat menderita masalah visual, kesulitan bicara dan bernafas, dan kesemutan. Debris dari sel otot yang mati dapat menyumbat ginjal, yang mencoba menyaring protein. Hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal. Mata, semburan bisa ular kobra dan ringhal dapat secara tepat mengenai mata korban, menghasilkan sakit dan kerusakan, bahkan kebutaan sementara pada mata.

Untuk gigitan yang hebat, lakukan pemeriksaan fibrinogen, fragilitas sel darah merah, waktu pembekuan dan waktu retraksi bekuan. Prinsip penanganan pada pasien gigitan ular: 1 Menghalangi penyerapan dan penyebaran bisa ular. Pertolongan pertama : Pertolongan pertama, pastikan daerah sekitar aman dan ular telah pergi segera cari pertolongan medis jangan tinggalkan korban.

Selanjutnya lakukan prinsip RIGT, yaitu: R: Reassure: Yakinkan kondisi korban, tenangkan dan istirahatkan korban, kepanikan akan menaikan tekanan darah dan nadi sehingga racun akan lebih cepat menyebar ke tubuh. I: Immobilisation: Jangan menggerakan korban, perintahkan korban untuk tidak berjalan atau lari. Jika dalam waktu 30 menit pertolongan medis tidak datang, lakukan tehnik balut tekan pressure-immoblisation pada daerah sekitar gigitan tangan atau kaki lihat prosedur pressure immobilization balut tekan.

G: Get: Bawa korban ke rumah sakit sesegera dan seaman mungkin. T: Tell the Doctor: Informasikan ke dokter tanda dan gejala yang muncul ada korban. Prosedur Pressure Immobilization balut tekan : Balut tekan pada kaki: 1 Istirahatkan immobilisasikan Korban. Balut tekan pada tangan: 1 Balut dari telapak tangan naik keatas. Syok hipovolemik b.

Edema paru c. Kematian d. A 37 tahun masuk rumah sakit tgl 13 April , sebelumnya penderita pada pukul Penderita mengeluh : sesak nafas, terasa panas, nyeri, badan kaku semua dan kaki bengkak. Nyeri kepala - , mual dan muntah -. Identitas Pasien Nama : Tn. Di rumah kaki klien sudah diikat dengan menggunakan kain diatas luka gigitan ular tersebut.

ALEKSA IVIC PDF

Laporan Pendahuluan Askep Snake Bite

Mengenai saraf yang berhubungan dengan sistem pernapasan Syok hipovolemik Retno Aldo. Askep Gigitan Ular. Manifestasi Klinis Secara umum, akan timbul gejala lokal dan gejala sistemik pada semua gigitan ular. Gejala lokal: edema, nyeri tekan pada luka gigitan, ekimosis kulit kegelapan karena darah yang terperangkap di jaringan bawah kulit. Sindrom kompartemen merupakan salah satu gejala khusus gigitan ular berbisa, yaitu terjadi oedem pembengkakan pada tungkai ditandai dengan 5P: pain nyeri , pallor muka pucat , paresthesia mati rasa , paralysis kelumpuhan otot , pulselesness denyutan.

KNIGHT OF A TRILLION STARS BY DARA JOY PDF

ASKEP SNAKE BITE PDF

Racun binatang adalah merupakan campuran dari berbagai macam zat yang berbeda yang dapat menimbulkan beberapa reaksi toksik yang berbeda pada manusia. Sebagian kecil racun bersifat spesifik terhadap suatu organ, beberapa mempunyai efek pada hampir setiap organ. Kadang-kadang pasien dapat membebaskan beberapa zat farmakologis yang dapat meningkatkan keparahan racun yang bersangkutan. Bisa dari ular berbisa mengandung hialuronidase, yang menyebabkan bisa dapat menyebar dengan cepat melalui jaringan limfatik superfisisal.

CESSNA 172 G1000 POH PDF

Hal-hal yang perlu dikaji pada klien : 1. Bagaimana klien menjelaskan perasaan yang dialaminya. Apakah ada keserasian antara afek dan ucapan-ucapan klien. Siapakah yang merupakan teman dekat klien. Apakah klien termasuk orang-orang yang slah menggunakan obat.

ZERO POINT 3 BY JAVED CHAUDHRY PDF

Vogul Why should antihistamines not be given while a patient is getting treated for scorpion sting? Among them, there were males and 99 females. Then the normal drip rate should be resumed. However, heparin is contraindicated in Viper bites. Though the research on scorpion venom and knowledge on treatment of scorpion sting have advanced, these newer ideas are yet to reach the health care provider and the community.

Related Articles