IKAN KETANG-KETANG PDF

Memiliki racun Tetrodotoksin TTX pada duri-durinya. Umumnya berwarna coklat dengan totol-totol putih pada bagian tubuhnya. Memiliki bentuk gigi seperti gigi kelinci. Memiliki sirip punggung meskipun jarang terlihat ketika ikan buntal saat mengenbang. Memiliki sirip bawah.

Author:Mauhn Nataur
Country:El Salvador
Language:English (Spanish)
Genre:Art
Published (Last):18 March 2005
Pages:243
PDF File Size:14.17 Mb
ePub File Size:13.11 Mb
ISBN:422-8-41750-406-2
Downloads:26237
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Vosida



Dalam dunia perikanan, kita mengenal habitat sebagai tempat hidup ikan untuk tumbuh dan berkembangbiak. Ada ikan yang menempati perairan tertentu tapi mempunyai toleransi atau bisa hidup di perairan lain. Perairan tempat hidup ikan terbagi tiga yaitu perairan tawar, perairan payau, dan perairan laut. Secara alami ikan mempunyai habitat perairan tawar atau perairan laut, tapi ada beberapa jenis ikan yang mempunyai toleran terhadap salinitas sehingga dapat bertahan hidup di perairan payau.

Karena ikan hias perairan laut mempunyai ciri khas yang menarik. Dari segi warna ikan hias jenis perairan laut beraneka ragam dan warna lebih cerah.

Dari segi bentuk tubuh pun sangat unik juga beraneka ragam. Namun kendala utama yang dialami jika ingin memelihara ikan hias yang berasal dari perairan laut adalah pengadaan air laut itu sendiri. Kendala inilah yang mengakibatkan sebagian orang mengurungkan untuk memelihara jenis ikan hias dari perairan laut. Tapi jangan kwawatir jika sahabat ingin memelihara jenis ikan perairan laut tapi terkendala pengadaan air lautnya atau air dengan kadar air tinggi sedangkan di tempat sahabat yang ada hanya air tawar.

Sahabat sekalian, untuk memelihara jenis ikan hias air laut ke dalam akuarium, bisa dilakukan dengan menggunakan air tawar. Tentu dengan sebuah cara yang perlu dengan kesabaran yaitu dengan cara Adaptasi. Mungkin anda berminat.

Sahabat sekalian, terus bagaimana jenis ikan perairan laut melakukan adaptasi terhadap air tawar?. Yaitu dengan dengan meminum air secara terus menerus, ini dilakukan karena adanya penguapan air yang dilakukan dengan cara osmosis. Ikan perairan laut juga akan mengeluarkan sedikit urine dan secara aktif mengeluarkan garam melalui insang.

Sebaliknya, jenis ikan perairan tawar melakukan adaptasi terhadap air laut dengan tidak minum air tapi pengambilan air dilakukan dengan cara osmosis.

Adaptasi harus dilakukan secara bertahap, butuh waktu bagi ikan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan dalam hal ini adalah periran tawar. Waktu inilah yang membedakan tingkat keberhasilan masing-masing jenis ikan dalam proses adaptasi. Ada ikan yang bisa dengan cepat dalam proses adaptasi dan ada yang lambat. Bahkan ada jenis ikan yang tidak bisa sama sekali untuk kita adaptasikan ke perairan tawar walaupun dengan sudah berbagai cara dan sudah terlalu lama dalam proses penyesuaian.

Cara Adaptasi Cara adaptasi atau penyesuaian ikan dalam perairan yang berbeda dapat dilakukan dengan mudah. Dalam melakukan proses penyesuaian jenis ikan laut ke dalam perairan tawar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut Mulai Dengan Jenis Ikan Muara Untuk orang yang awam, alangkah baiknya dimulai dari jenis ikan muara terlebih dahulu. Karena jenis ikan muara lebih mudah untuk dipelihara dan mempunyai peluang keberhasilan yang lebih besar. Proses adaptasi dapat dilakukan secara bertahap dan hindari proses adaptasi jenis ikan perairan laut ke perairan tawar secara langsung karena akan berakibat fatal terhadap ikan tersebut.

Menggunakan Air Alami air sumur Untuk hasil yang lebih optimal, gunakan sumber air alami yang berasal dari tanah. Karena air yang alami lebih mendukung terhadap tingkat kehidupan ikan yang akan kita adaptasikan. Hindari penggunaan air yang mengandung bahan beracun bagi ikan, misalnya PDAM.

Jadi dalam proses adaptasi gunakanlah air dari sumber alami seperti air tanah, sumur, atau jika memungkinkan alternatif terakhir bisa menggunkan air yang isi ulang atau air galon tentunya dengan konsekuensi dengan biaya tambahn tersendiri.

Adaptasi Secara Bertahap Proses penyesuaian ikan harus dilakukan secara bertahap, jika tidak ikan tidak akan mampu bertahan hidup. Makanan Ikan pelet Walaupun jenis ikan laut sudah bisa hidup di akuarium air tawar namun sifat agresifnya tetaplah ada, sehingga agar dapat lebih berhati-hati jika memelihara jenis ikan laut bersama-sama dengan jenis ikan tawar dalam satu akuarium karena bisa terjadi kanibalisme.

Untuk menghindari hal tersebut dalam pemberian pakan agar dapat dilakukan dengan tepat waktu. Agar jenis ikan laut tidak memangsa jenis ikan tawar. Pemberian pakan dapat dilakukan tiga kali sehari untuk pakan buatan. Dalam pemberiannya baiknya dalam kondisi hidup tiap tiga hari hanya sekali dengan proporsi disesuaikan dengan jumlah jenis ikan laut yang pelihara.

Baca juga :.

10 MALIH CRNACA PDF

Ikan Ketang-Ketang (Scatophagus argus)

Secara umum tubuh ikan dibagi atas 3 bagian, yaitu: Caput : Bagian Kepala Bagian ini meliputi ujung moncong terdepan sampai ujung tutup insang paling belakang. Bagian kepala ikan terdiri dari mulut, rahang atas, rahang bawah, hidung, mata, insang, gigi, tutup insang, otak , jantung dan sebagainya. Trucus : Bagian Badan Bagian ini dimulai dari ujung tutup insang belakang sampai permulaan sirip dubur. Di dalam trucus terdapat sirip dada, sirip punggung, sirip perut dan organ-organ dalam hati, empedu, lambung, gonad, usus, ginjal, limpa, gonad dan sebagainya Cauda : Bagian Ekor Bagian cauda dimulai dari permulaan sirip dubur hingga ujung sirip ekor bagian paling belakang. Pada bagian inin terdapat anus dan sirip ekor. Setiap ikan mempunyai ukuran tubuh yang berbeda-beda.

2N6073 DATASHEET PDF

Ikan Buntal: Klasifikasi, Morfologi, Habitat, Ciri!

Ikan ini mempunyai bercak totol-totol hitam pada tubuhnya dan ketika dewasa bercak totol-totol hitam ini akan sedikit memudar. Tubuhnya pipih agak berbentuk segiempat. Mata cukup besar, diameternya sedikit lebih kecil daripada panjang mulut. Ikan kiper secara umum memiliki panjang 20 cm dan maksimum pada 38 cm. Ketika memasuki fase matang gonad ikan kiper berukuran sekitar 14 cm. Pada bagian sirip dorsal terdapat jari-jari keras sejumlah dan 4 di bagian irip anal. Ikan kiper dapat ditemukan di perairan Indo-Pasifik meliputi Kuwait ke Fiji serta dari utara ke selatan Jepang.

Related Articles