JURNAL PENCERNAAN NON RUMINANSIA PDF

Latar Belakang Ruminansia merupakan binatang berkuku genap subordo dari ordo Artiodactyla disebut juga mammalia berkuku. Nama ruminan berasal dari bahasa Latin "ruminare" yang artinya mengunyah kembali atau memamah biak, sehingga dalam bahasa Indonesia dikenal dengan hewan memamah biak. Hewan ruminansia umumnya herbivora atau pemakan tanaman, sehingga sebagian besar makanannya adalah selulose, hemiselulose dan bahkan lignin yang semuanya dikategorikan sebagai serat kasar. Hewan ini disebut juga hewan berlambung jamak atau polygastric animal, karena lambungnya terdiri atas rumen, retikulum, omasum dan abomasum. Rumen merupakan bagian terbesar dan terpenting dalam mencerna serat kasar, sehingga karena pentingnya rumen dalam proses pencernaan ruminansia, maka timbul pelajaran khusus yang disebut ruminologi.

Author:Goran Nilar
Country:Azerbaijan
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):4 February 2004
Pages:237
PDF File Size:20.80 Mb
ePub File Size:9.37 Mb
ISBN:562-8-36838-697-3
Downloads:32774
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Yozshuran



Latar Belakang Ruminansia merupakan binatang berkuku genap subordo dari ordo Artiodactyla disebut juga mammalia berkuku.

Nama ruminan berasal dari bahasa Latin "ruminare" yang artinya mengunyah kembali atau memamah biak, sehingga dalam bahasa Indonesia dikenal dengan hewan memamah biak. Hewan ruminansia umumnya herbivora atau pemakan tanaman, sehingga sebagian besar makanannya adalah selulose, hemiselulose dan bahkan lignin yang semuanya dikategorikan sebagai serat kasar.

Hewan ini disebut juga hewan berlambung jamak atau polygastric animal, karena lambungnya terdiri atas rumen, retikulum, omasum dan abomasum. Rumen merupakan bagian terbesar dan terpenting dalam mencerna serat kasar, sehingga karena pentingnya rumen dalam proses pencernaan ruminansia, maka timbul pelajaran khusus yang disebut ruminologi.

Rumen atau perut besar merupakan bagian terbesar dari susunan lambung ruminansia. Namun rumen tidak dapat dipisahkan dari ketiga bagian lainnya, oleh karena itu akan dibahas juga mengenai retikulum, omasum, dan abomasum. Di samping metabolisme dalam tubuh, pada ruminansia terjadi proses metabolisme dalam rumen oleh mikroorganisme melalui proses fermentasi pakan.

Tujuan Penulisan Selain untuk memenuhi dan melengkapi salah satu tugas mata pelajaran Biologi, pembuatan makalah ini juga mempunyai tujuan sebagai berikut: a. Memahami fungsi dan bagian berbagai sistem pencernaan. Mengenal Anatomi Sistem Ternak Ruminansia 1. Ruminansia merupakan ternak masa depan yang mampu meningkatkan kesejahteraan manusia, karena hanya hewan ini yang mampu dengan baik memanfaatkan bahan yang tidak dapat dimanfaatkan oleh manusia.

Hijauan seperti rumput atau limbah pertanian yang tidak dimakan oleh manusia dapat dikonversikan ke dalam makanan bernilai gizi tinggi yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Ternak non ruminansia selain kuda dan kelinci, pada suatu saat akan merupakan saingan manusia, karena pakan ternak tersebut juga merupakan makanan manusia. Pada hewan berlambung tunggal, kegiatan pencernaan ini sangat bergantung kepada aktivitas enzim yang dihasilkan oleh kelenjar eksokrin yang terdapat dalam tubuh hewan tersebut.

Pada beberapa hewan berlambung tunggal tertentu yang termasuk herbivora seperti kuda dan kelinci, dalam batas tertentu dapat memanfaatkan selulosa karena dibantu oleh mikroorganisme yang terdapat dalam sekum.

Pada ruminansia atau hewan berlambung jamak yang umumnya pemakan tumbuh-tumbuhan, di samping enzim yang dihasilkan oleh kelenjar eksokrin dan sel-sel khusus, juga terdapat sejumlah enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang terdapat dalam rumen, sehingga kelompok hewan ini mampu memanfaatkan selulosa dengan baik.

Sebagian besar makanannya terdiri atas serat kasar dan saluran pencernaannya panjang dan lebih kompleks. Pada hewan ini, serat kasar dirombak secara intensif melalui proses fermentasi di dalam rumen oleh mikroorganisme rumen. Makanan tersebut harus diolah dahulu dalam alat pencernaan atau disebut proses pencernaan. Proses fisik dan biokimiawi bahan makanan tersebut hanya akan berjalan normal dan efisien bila alat-alat pencernaan dan alat asesorinya dalam keadaan normal dan mampu mengeluarkan enzim-enzim yang mempengaruhi proses pencernaan tersebut.

Alat pencernaan ini merupakan sistem organ yang terdiri atas lambung gastrium dan usus intestinum sehingga dikenal dengan istilah sistem gastrointestinal dan alat pembantunya atau asesori seperti gigi, lidah, pankreas, dan hati.

Alat pencernaan Apparatus digestorius terdiri atas saluran pencernaan Tractus alimentarius dan organ pembantu Organa accesoria. Dilihat dari anatomi alat pencernaan, terdapat tiga kelompok hewan yakni kelompok hewan berlambung jamak polygastric animals antara lain sapi, kerbau, rusa, domba, kambing dan kijang, kelompok hewan berlambung tunggal monogastric animals antara lain manusia, anjing, kucing, babi, kuda dan kelinci, dan hewan yang berlambung jamak semu pseudo polygastric animals antara lain ayam, bebek, angsa, dan burung.

Hewan yang berlambung jamak dikelompokkan sebagai ruminansia dan yang berlambung tunggal dikelompokkan ke dalam non ruminansia. Unggas yang merupakan hewan berlambung jamak semu pseudo ruminants dikelompokkan ke dalam non-ruminansia.

Agar supaya memperoleh gambaran yang jelas bagaimana dan di mana proses pencernaan baik kimiawi maupun mekanis dan bagaimana ternak memanfaatkan bahan makanan berserat kasar tinggi, perlu diketahui dahulu sistem pencernaan serta fungsi bagian-bagian dari alat pencernaan tersebut, khususnya rumen, retikulum, omasum dan abomasum.

JAVASCRIPT WEB APPLICATIONS ALEX MACCAW PDF

PERBEDAAN TERNAK RUMINANSIA DAN NON RUMINANSIA (UNGGAS)

Berbeda dengan hewan ruminansia , pada hewan non rumiansia atau dikenal juga dengan hewan monogastrik karena lambungnya hanya terdiri atas satu buah lambung. Pada hewan non ruminansia ini ada dua jenis yaitu hewan monogastrik dan unggas yang juga berbeda dalam sistem pencernaannya. Hewan monogastrik karena struktur lambung yang berbeda maka agar pakan dapat tercerna dengan baik maka struktur gigi pada hewan non ruminansia juga berbeda dengan hewan ruminansia. Gigi pada hewan monogastrik lebih banyak berperan dalam pencernaan secara mekanis.

KUFRA BASIN PDF

Sistem Pencernaan Hewan Non Ruminansia

Sistem pencernaan hewan dibagi menjadi tiga yaitu ruminansia, monogastrik, dan pseudoruminansia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan saluran pencernaan hewan antara ruminansia, monogastrik dan pseudoruminansia. Ruminansia adalah kelompok hewan mamalia yang bisa memah memakan dua kali sehingga kelompok hewan tersebut dikenal juga sebagai hewan memamah biak Monogastrik adalah organisme dengan perut yang sederhana dan single-bilik pada sistem pencernaan mereka pseudoruminansia adalah hewan yang memiliki lambung tunggal dan sederhana. Presentase penelitian saluran pencernaan yang paling banyak yaitu ruminansia dan yang paling sedikit yaitu monogastrik. Penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui perbedaan saluran pencernaan antara ruminansia, monogastrik, dan pseudoruminansia. Kata kunci: monogastrik, saluran pencernaan, organ pencernaan, ruminansia, pseudoruminansia PENDAHULUAN ruminansia memiliki urutan organ saluran pencernaan yaitu esofagus, rumen, retikulum, Kehidupan sehari-hari, ternak pada omasum, abomasum, usus besar, sekum, usus saat makan tentunya akan terjadi proses di besar dan berakhir di anus Campbell et al,. Saluran pencernaan hewan ruminansia proses pencernaan.

CULTIVARE PLEUROTUS PDF

Metabolisme Pakan Pada Ternak Ruminansia

Dalam sistem klasifikasi, manusia dan hewan ruminansia pada umumnya mempunyai kesamaan siri dari sistem pencernaan hewan ruminansia dan manusia. Contoh hewan ruminansia ialah kerbau, domba, kambing, sapi, kuda, jerapah, kancil, rusa dan lain — lain. Ditinjau dari cara makan dan sistem pencernaannya, hewan ruminansia atau hewan memamah biak termasuk hewan yang unik. Mereka dapat mengunyah atau memamah makanannya yang berupa rerumputan melalui 2 fase. Fase pertama terjadi saat awal kali mereka makan, makanannya itu hanya dikunyah sebentar dan masih kasar. Mereka kemudian menyimpan makanannya itu dalam rumen lambung.

Related Articles