MAKALAH PERILAKU KEORGANISASIAN PDF

Motivasi bukanlah sebuah sifat pribadi namun lebih ke dorongan seseorang untuk bekerja atau mencapai suatu tujuan. Di dalam suatu organisasi, seorang atasan dituntut untuk mampu memberikan motivasi bagi bawahannya agar bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya. Motivasi erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan individu, dimana semakin terpenuhi kebutuhan seseorang dalam organisasi, maka semakin termotivasi seseorang untuk bekerja dengan sebaik-baiknya. Meski ada juga yang melakukan sesuatu tanpa keinginan, ini hanya sebagian kecil. Ada pengorbanan yang dikeluarkan, ada pula hasil yang ingin dicapai, begitu juga sebaliknya. Mungkin seseorang yang bergabung dalam sebuah organisasi akan mengorbankan waktunya, tenaganya, pikirannya, materinya yang dimilikinya, bahkan ada yang mengorbankan nyawanya untuk sebuah organisasi.

Author:Grom Basar
Country:Brunei Darussalam
Language:English (Spanish)
Genre:Personal Growth
Published (Last):12 August 2010
Pages:30
PDF File Size:20.96 Mb
ePub File Size:9.9 Mb
ISBN:752-6-50420-415-6
Downloads:26452
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kalrajas



Atau dengan kata lain, rumusan mengenai organisasi sangat tergantung kepada konteks dan perspektif tertentu dari seseorang yang merumuskan tersebut. Setiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dalam hidupnya, karena pengaruh pengetahuan dan pengalamannya yang berbeda. Namun setiap manusia akan sama dalam satu hal yaitu ingin mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Bagi masyarakat pada era industrialisasi sekarang ini, pekerjaan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat penting. Bagi masyarakat modern bekerja merupakan suatu tuntutan yang mendasar, baik dalam rangka memperoleh imbalan berupa uang atau jasa, ataupun dalam rangka mengembangkan dirinya.

Komunikasi mengacu pada tindakan, oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan, terjadi dalam suatu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu, dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik.

Dalam komunikasi ini kita juga akan menyinggung sedikit tentang Perhatian, Pemahaman dan Mengingat Informasi. Rumusan masalah Masalah-masalah yang akan di pecahkan dalam makalah ini yaitu sebagai berikut: 1. Apakah pengertian dari perilaku organisasi? Apa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku organisasi? Apa faktor-faktor yang menghambat perilaku organisasi? Tujuan dan manfaat a. Untuk mengetahui pengertian Perilaku Organisasi b. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku organisasi c.

Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat perilaku organisasi Manfaat 1. Bagi penulis manfaatnya yakni menambah wawasan serta dapat memahami tentang Perilaku organisasi. Pengertian perilaku organisasi Pengertian perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang mengamati tentang pengaruh perilaku individu, kelompok dan perilaku dalam struktur organisasi dengan maksud untuk mendapatkan pengetahuan guna memperbaiki keefektifan organisasi. Pada perilaku keorganisasian dikembangkan teori-teori baru, metode dan teknik ilmu pengetahuan sosial dalam peristiwa-peristiwa antara perorangan dan dalam hubungan perorangan sampai pada hubungan kebudayaan.

Perilaku organisasi konsern dengan situasi hubungan manusia, sebab hal ini eratkaitannya dengan: pekerjaan, absensi, pergantian karyawan, produktivitas, prestasi seseorang dan manajemen. Efektifitas interview dalam seleksi. Pelaksanaan pekerjaan dengan baik. Setiap termotivasi oleh uang. Sebagaian besar efektivitas kelompok dengan ketiadaan konflik. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi perilaku organisasi 1. Peningkatan produktifitas Organisasi dikatakan produktif jika tujuan dapat dicapai dan proses pencapaian tersebut dilakukan dengan merubah masukan menjadi keluaran dengan biaya yang paling rendah.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa produktifitas berhubungan dengan keefektifan dan keefisienan. Pengurangan kemangkiran Kemangkiran adalah tindakan tidak masuk kerja tanpa alasan.

Penurunan Turn Over Turn over adalah pengunduran diri secara permanen dari organisasi. Peningkatan kepuasan kerja Kepuasan kerja adalah perbedaan antara banyaknya ganjaran yang diterima karyawan dan banyaknya yang mereka yakini harus mereka terima. Karyawan dikatakan merasakan puas bila perbedaan bernilai positif secara perhitungan matematis. Perilaku organisasi merupakan suatu bidang studi yang menyelidiki dampak perorangan, kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki keefektifan organisasi.

Apa yang dipelajari, yaitu bagaimana perilaku: perorangan individu kelompok struktur. Perilaku organisasi mempunyai tiga dimensi konsep, yaitu : 1 Dimensi Konsep Dimensi konsep mencakup ilmu pngetahuan, sosiologi, antropologi budaya, dan seluaruh elemen sosial yang mempengaruhi berdirinya ilmu pengetahuan yang saling berkaitan. Miftah Toha dan Reni Rosari, UGM Ketiga dimensi diatas mencakup filosofi dasar lahirnya ilmu perilaku organisai yang terdiri dari muliti disiplin ilmu antroplogi kultural, sosiologi, psikologi dan manjemen sehingga dengan penedekatan ilmu-ilmu tersebut perilaku organisai dapat dibahas.

Dalam tataran konsep ilmu ini membahas seluruh kegiatan organisai yang di dalamnya terdapat perilaku manusia, budaya, sosial dan sistem yang mendukung adanya organisasi tersebut. Pendekatan tradisional memberikan kontribusi dalam studi manajemen antara lain :Telah mengenalkan teori-teori rasional yang sebelumnya belum ada,Memusatkan perhatian pada peningkatan produktifitas dan kualitas Menyediakan mekanisme administratif yang sesuai bagi organisasi, b Penerapan pembagian kerja, Meletakkan landasan mengenai efisiensi metode kerja dan organisasi,mengembangkan prinsip-prinsip yang umum dalam manajemen.

Pendekatan ini kemudian banyak ditinggalkan karena hanya menekankan aturan-aturan formal, spesialisasi, pembagian tanggung jawab yang jelas dengan member perhatian relatif kecil terhadap arti penting personal dan kebutuhan sosial dari individu-individu yang berada dalam organisasi.

Pendekatan hubungan kerja kemanusiaan memberikan beberapa sumbangan pemikiran dan hipotesisi baru, antara lainSecara eksplisit pertama kali mengenalkan peranan dan pentingnya hubungan interpersonal dalam perilaku kelompok, Secara kritis menguji kembali hubungan antara gaji dan motifasi,Mempertanyakan anggapan bahwa masyarakat merupakan kelompok individu yang berusaha untuk memaksimalkan pemenuhan kepentingan personalnya,Menunjukkan bagaimana sistem teknis dan sistem sosial saling berhubungan,Menunjukkan hubungan antara kepuasan kerja dan produktifitas.

Thoha menyatakan bahwa perilaku organisasi adalah secara langsung berhubungan dengan pengertian, ramalan, dan pengendalian terhadap tingkah laku orang-orang dalam organisasi dan bagaimana sperilaku orang-orang tersebut mempengaruhi usaha pencapaian tujuan organisasi. Faktor-Faktor Yang Menghambat Perilaku Organisasi Herbert Kaufman dalam bukunya Limits Of Organization Change :8 Mengemukakan bahwa kegagalan untuk mengadakan perubahan didalam organisasi dapat Disebabkan oleh beberapa faktor : Faktor — factor tersebut dikelompokkan menjadi tiga kategori , yaitu : A.

Hasrat untuk mempertahankan kestabilan hidup bersama acknowledged collective benefits of stability B. Pertimbangan atas lawan-lawan yang mungkin dihadapi untuk mengadakan perubahan calculated opposition to change. Ketidakmampuan untuk mengadakan perubahan inability to change a. Oleh karena itu adanya perubahan dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan dan keresahan sehingga mengundang ketidak stabilan organisasi. Pertimbangan atas lawan-lawan yang mungkin akan dihadapi dalam mengadakan perubahan calculated opposition to change D.

Kelompok oposisi atas perubahan akan datang dari dalam maupun dari luar organisasi, baik secara perseorangan maupun berkelompok. Munculnya kaum oposisi ini dapat berdasarkan pada berbagai alasan antara lain : E. Untuk melindungi keadaan yang dipandang sudah baik dan sedang dinikmati prevailing advantage.

Untuk melindungi kualitas yang sudah ada protection of quality , dalam hal ini dikhawatirkan perubahan didalam organisasi akan menimbulkan gangguan terhadap kualitas produk yang sudah dicapai. Kekhawatiran akan biaya perubahan psyhic of change.

Dalam hal ini perubahan organisasi terhambat oleh pertimbangan manfaat perubahan dibandingkan dengan biaya yang harus digunakan. Pembuatan mental mental Blinders a. Pembuatan Mental Mental Blinders Pembuatan mental didalam organisasi antara lain melalui prilaku secara terprogram melalui metode yang sama dengan pengarahan, instruksi atau indoktrinasi sehingga tertanam pada semua anggota organisasi.

Pengisian posisi didalam organisasi didasarkan pada pemilihan tidak hanya atas keahlian. Hambatan Sistem systemic Obstacles a. Hambatan Sistem Hambatan system merupakan hambatan internal dalam diri orang-orang dalam organisasi yang membentuk Karena pengendalian dari luar diri orang-orang tersebut, yaitu dari system organisasi. Hambatan-hambatan tersebut meliputi : 1. Keterbatasan sumber daya resource limition Hal ini terjadi karena terbatasnya sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, sehingga tidak mampu membiayai perubahan yang diharapkan.

Terperangkap oleh biaya Sunk Cost Perubahan yang diharapkan dilaksanakan dalam organisasi dapat terhambat karena organisasi terperangkap oleh biaya yang harus dikeluarkan untuk kekayaan yang tidak dapat dengan cepat diuangkan sebagai akibat investasi pada kekayaan tetap yang memberikan hasil ROI tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Hambatan-hambatan ini dapat berupa status, ketentuan-ketentuan hokum, hubungan personal didalam struktur organisasi ,dan lain-lain, yang semakin berpengalaman suatu organisasi, semakin berkembang ketentuan-ketentuan resmi yang melembaga dan membatasi perilaku individu-individu didalamnya.

Hambatan ini datang melalui kelompok informal didalam organisasi formal, berupa antara lain sabotase bawahan terhadap program perubahan. Kesepakatan antar organisasi Perubahan organisasi juga dapat terhambat oleh kesepakatan organisasi dengan organisasi lain. Kesepakatan ini dapat berupa kontak kerja, kesepakatan dengan pelanggan perjanjian jual beli , kesepakatan dengan pesaing melalui OPS , kesepakatan untuk mematuhi ketentuan pemerintah, dan lain-lain.

Untuk melaksanakan perubahan didalam organisasi, maka hambatan-hambatan tersebut harus dapat diantisipasi dan diatasi, mengingat bahwa perubahan didalam organisasi merupakan tuntutan yang perlu dilaksanakan seiring dengan laju dinamika masyarakat tempat organisasi berbeda. Perubahan ini dapat dilaksanakn sebagai keharusan atau secara sukarela involuntary change or voluntary change.

KESIMPULAN Iklim organisasi adalah persepsi individu terhadap praktek dan prosedur yang berasal dari pengalamannya berinteraksi di lingkungan organisasinya, dalam hubungannya dengan kesejahteraan mereka dan dapat mempengaruhi perilakunya di organisasi.

Kualitas pelayanan merupakan bentuk performansi yang identik dengan perilaku karyawan di perusahaan. Perilaku karyawan tersebut di perusahaan dapat dipengaruhi oleh iklim organisasi. Iklim organisasi yang positif terwujud ketika karyawan mempersepsi positif suasana, dimensi-dimensi, praktek, dan prosedur di tempat kerjanya.

Hasilnya yaitu sikap dan perilaku karyawan yang timbul pun positif dan mendukung ke arah pemberian pelayanan yang berkualitas. Berdasarkan analisis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi memiliki sumbangan efektif terhadap kualitas pelayanan sebesar sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam analisis ini.

SARAN 1. Bagi Karyawan Dilihat dari hasil kualitas, sebaiknya karyawan harus lebih konsisten dan disiplin lagi dalam menjalankan standar kualitas pelayanan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Untuk perbaikan iklim organisasi, sebaiknya untuk Direktur sebisa mungkin mewujudkan iklim oragnisasi yang positif atau menyenangkan karyawannya.

Bagi Perusahaan Tim manajemen sebagai tim pelaksana perusahaan sebaiknya menciptakan praktek-praktek kerja dan situasi kerja yang kondusif dan menyenangkan karyawannya. Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mewujudkan iklim organisasi tersebut yaitu memberikan kesempatan kepada karyawan untuk lebih maju, naik jabatan, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di perusahaan. Perusahaan sebaiknya meninjau dan meningkatkan kesejahteraan karyawan. Pelaksanaan usaha-usaha tersebut akan membuat karyawan merasa bahwa perusahaan memperlakukan mereka dengan baik dan memenuhi kebutuhan mereka sehingga tercipta iklim organisasi yang positif.

Untuk peningkatan kualitas pelayanan, tim manajemen dapat menyelenggarakan kompetisi pelayanan, yaitu karyawan yang memberikan pelayanan terbaik dan konsisten menjalankan Six Steps Service akan diberikan reward. Kompetisi tersebut dapat membuat karyawan termotivasi untuk terus-menerus memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi kepada pelanggan dan pada akhirnya akan terbiasa untuk konsisten menjalankan standar kualitas pelayanan yang telah ditetapkan perusahaan. Prilaku Organisasi.

Perilaku Organisasi. Bandung: CV. Pustaka Setia. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. Erliana Hasan, M. Komunikasi Pemerintahan. Bandung: Refika Aditama. Diposting oleh.

KHUD KALAMI PDF

PERILAKU KEORGANISASIAN – SIKAP DAN KEPRIBADIAN

Terdapat dua hambatan dasar yang dapat mencegah orang mengubah sikap mereka: Komitment sebelumnya, yang terjadi saat orang membuat komitment pada tindakan tertentu dan tidak ingin berubah. Akibat informasi yang tidak memadai. Kadang-kadang orang tidak melihat alasan untuk mengubah sikap. Pimpinan mereka mungkin tidak menyukai sikap negative rekan kerjanya, tetapi akhirnya senang dengan perilakunya sendiri. Menyediakan Informasi Baru Untungnya, ada cara agar hambatan dapat diatasi dan sikap dapat berubah. Salah satunya adalah dengan menyediakan informasi baru.

JBL 2235H PDF

Ada 3 hubungan dasar dalam hubungan formal : 1. Tanggung jawab Hal ini merupakan kewajiban individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Barang kali bisa diarahkan dengan terjadinya spesialisasi dalam bekerja. Wewenang Wewenang adalah hak untuk mengambil keputusan mengenai apa yang dijalankan oleh seseorang dan merupakan hak untuk meminta kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Pertanggungjawaban Apabila wewenang berasal dari pimpinan ke bawahan, maka pertanggung jawaban berasal dari bawahan ke pimpinan. Pertanggung jawaban merupakan laporan hasil dari bawahan kepada yang berwenang atasan. Unsur-unsur organisasi terdiri dari : 1.

REVOLUTIONARY MOTHERS CAROL BERKIN PDF

Tujuan yang ditetapkan bertingkat rendah dan tidak menantang. Cara mengatasi semua permasalahan diatas bisa dilakukan dengan mengamati organisasi lain. Karena dengan cara mengamati organisasi lain bisa memanfaatkan keberhasilan organisasi lain tersebut, selain itu dapat mempelajari apa yang berbeda sehingga bias disesuaikan. Definisi tersebut menegaskan kepada kita bahwa perilaku organisasi menggabarkan sejumlah hal sebagai berikut [8] : 1. Perilaku organisasi adalah cara berpikir. Perilaku ada pada diri individu, kelompok, dan tingkat organisasi. Perilaku organisasi adalah multi disiplin.

Related Articles